Jumat, 01 Juli 2011

«« ☆»» Di Balik “Cuci Otak” NII KW9 ala Al Zaytun «« ☆»»


 «« ☆»» sebuah kenyataan kebodohan dan pembodohan islam abangan awam dibawah sebuah kemewahan tampilan gedung 



Apa Itu Negara Islam Indonesia?
Negara Islam Indonesia atau dulu dikenal dengan nama Darul Islam atau DI bermula dari gerakan politik yang diproklamasikan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo di Desa Cisampah, Kecamatan Ciawiligar, Tasikmalaya, Jawa Barat pada 7 Agustus 1949.

Apa Tujuan Negara Islam Indonesia?
Tujuan gerakan ini menjadikan Indonesia negara teokrasi dengan agama Islam sebagai dasar negara.

Dalam perkembangannya, NII menyebar di beberapa wilayah. Setelah Kartosoewirjo ditangkap TNI dan dieksekusi pada 1962, gerakan ini terpecah, namun tetap eksis secara diam-diam meskipun dianggap sebagai organisasi ilegal oleh pemerintah Indonesia.

Siapa Pendiri NII ?
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo (lahir di Cepu, Jawa Tengah, 7 Januari 1905 – meninggal 5 September 1962 pada umur 57 tahun) adalah seorang ulama karismatik yang memproklamirkan Negara Islam Indonesia (NII) di Tasikmalaya pada tahun 1949.

Kapan NII didirikan ?
Negara Islam Indonesia diproklamirkanTanggal 7 agustus 1949 . (ditulis sebagai 12 Syawal 1368 dalam kalender Hijriyah) oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo di Desa Cisampah, Kecamatan Ciawiligar, Kawedanan Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kenapa NII di dirikan ?
Diproklamasikannya NII untuk meneruskan proklamasi 17 Agustus 1945
Dikenal juga sebagai Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/TII)
Doktrin utamanya Iman-Hijrah-Jihad

Daerah mana saja yang tergabung dalam NII ?
Tercatat beberapa daerah menyatakan menjadi bagian dari NII terutama Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Aceh. Pemerintah Indonesia kemudian bereaksi dengan menjalankan operasi untuk menangkap Kartosoewirjo. Gerilya NII melawan pemerintah berlangsung lama. Perjuangan Kartosoewirjo berakhir ketika aparat keamanan menangkapnya setelah melalui perburuan panjang di wilayah Gunung Rakutak di Jawa Barat pada 4 Juni 1962. Pemerintah Indonesia kemudian menghukum mati Kartosoewirjo pada September 1962.

Konflik dengan RI
 NII meluas ke wilayah Aceh, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan
n
 NII dianggap gerombolan pemberontak yang harus diberantas
n
 Tahun 1962 Kartosuwiryo ditawan dan dieksekusi
n
 Aceh berdamai tahun 1962, diikuti Sulawesi Selatan tahun 1965 setelah tewasnya Qahhar Mudzakar
n

Apa itu NII KW?
KW atau Komandemen Wilayah merupakan sistem pemerintahan militer Negara Islam Indonesia (NII) yang digunakan pada era revolusi fisik pada tahun 1949-1962.
 Komandemen Perang Seluruh Indonesia (KPSI)
n
 Komandemen Perang Wilayah Besar (KPWB)
n
 Komandemen Perang Wilayah (KW)
n
• KW1 Priangan Utara
• KW2 Jawa Tengah
• KW3 Jawa Timur
• KW4 Sulawesi
• KW5 Kalimantan
• KW6 Aceh
• KW7 Priangan Selatan

Kepemimpinan NII
 Pasca Kartosuwiryo, diangkat Abu Daud Beureuh sebagai Imam NII pada tahun1974
n
 Tahun 1975 Abu Daud ditangkap dan NII kembali tanpa pemimpin tunggal.
n
 Muncul faksi-faksi baru dalam tubuh NII
n
 Imam untuk wilayah Jawa diangkat Adah Djaelani.
n
n Pada kepemimpinannya dibentuk Komandemen Wilayah VIII Lampung dan Komandemen Wilayah IX Jakarta Raya yang meliputi Bekasi, Jakarta, Tangerang dan Banten

Komandemen Wilayah IX
 Dipimpin oleh Abu Karim Hasan
n
 Menciptakan doktrin baru, Mabadi Tsalatsah
n
n Beliau wafat tahun 1992, kedudukannya digantikan oleh Abu Toto alias Abu Ma’ariq alias Abu Ma’arif alias Syamsul Alam alias Syaikh AS Panji Gumilang
 Tahun 1996, Abu Toto menjadi Imam NII dan mulai merubah sistem keuangan serta doktrin dasar NII dan juga Mabadi Tsalasah
n
 Dimulainya pengerukan dana besar-besaran dan pelencengan aqidah
n

Mabadi Tsalasah
 Tauhid Rububiyah, Mulkiyah, Uluhiyah (RMU)
n
 Rububiyah
n diartikan hukum, Mulkiyah berarti tempat, Uluhiyah berarti umat.
 RMU didefinisikan sebagai Negara
n
 Menerapkan periodisasi Mekah dan Madinah.
n
 Mekah representasi sistem yang batil (NKRI) dan Madinah representasi sistem yang haq (NII)
n
 Diluar NII adalah kafir, dzalim, fasik
n

6 Program NII KW9
 Hujumat Tabsyiriah (perekrutan)
n
• Tilawah
• Musyahadatul hijrah
• Tazkiyah
 Iqtisodiyah (ekonomi)
n
• Penguasaan titik-titik strategis
 Tarbiyah (pendidikan)
n
• Pendidikan Formal (Mahad Al Zaytun)
• Pendidikan Non Formal
 Shihah (kesehatan)
n
 Pembangunan rumah sehat
n
 Pembagunan mental
n
 Ad Difa (pertahanan)
n
 Tentara Islam Indonesia
n
 Maliyah (keuangan)
n
 9 pos keuangan negara
n

Menuju Futuh / Kemenagan NII KW9
 Program Jangka Panjang Lima Tahun I, tahun 1415-1419/ 1995-1999. Tahapan memahamkan umat akan jati dirinya sebagai mujahid.
n
 Program Jangka Panjang Lima Tahun II, tahun 1420-1424/ 2000-2004. Tahapan pelaksanaan hukum Islam secara internal
n
 Program Jangka Panjang Lima Tahun III, tahun 1425-1429/ 2005-2009. Tahapan pelaksanaan hukum Islam secara eksternal
n

Program Perekrutan
 Tilawah adalah usaha da’wah untuk memahamkan Tauhid RMU, caranya dengan mengajak anggota baru
n
 Taftis atau pengecekan untuk persiapan anggota baru untuk hijrah
n
n Musyahadatul Hijrah adalah pindah kewarganegaraan dan berbaiat, setelah tahap ini anggota baru memiliki nama tsani atau nama kedua, diistilahkan dengan nama kanan
 Tazkiyah atau pembinaan setelah menjadi warga negara NII/ jamaah
n

Modus Perekutan
n Mengajak dengan alasan menemui teman yang baru kembali dari Timur Tengah atau teman yang mendapat pencerahan lewat seminar tentang bangkitnya Islam
 Mengajak dengan alasan mencarikan kerja
n
 Mengajak ke rumah teman atau semacamnya
n
 Setiap jamaah memiliki target 10 orang untuk dihadirkan setiap bulan,
n umumnya teman kuliah, SMU, SMP dan SD
 Bagi perekrut tanpa target, umumnya “hunting” di kampus-kampus, mal dan toko buku
n
 Semua modus berakhir di Malja (kantor/markas) dan proses doktrinasi akan dilakukan di dalam kamar tertutup
n
 Pemberi materi seorang laki-laki, umumnya seorang Mas’ul (pimpinan)
n

Karakteristik Perekutan
 Untuk merekrut menggunakan dua orang jamaah, satu orang pemancing dan lainnya pengajak
n
 Pemancing bertugas menentukan target,
n mengawal serta memotivasi calon jamaah
 Pemancing berpura-pura sebagai calon jamaah yang juga baru diajak
n
n Pemancing dan pengajak mengawal calon jamaah hingga tahap hijrah, termasuk menginap dirumah calon jamaah dan pencarian dana untuk shadaqah
 Umumnya
perekrut melakukan screening lewat dialog tentang gerakan sesat untuk mengukur pengetahuan calon jamaah tentang NIIn
 Yang dihindari oleh perekrut adalah anak polisi dan anak tentara
n

Karakteristik Majelis NII KW9
 Rumah kontrakan bulanan maupun tahunan
n
 Tempatnya tertutup dan umumnya lesehan
n
 Masuk dan keluar anggota diatur
n
 Mengaku dihuni oleh mahasiswa dan digunakan untuk tempat membuat skripsi, event organizer atau pos MLM
n
 Tidak pernah bersosialisasi
n
 Dari depan selalu terlihat sepi
n
 Mobilitasnya 24 jam
n

Program Pendanaan
 Setiap jamaah diwajibkan memenuhi 9 pos keuangan setiap bulannya sesuai dengan target masing-masing
n
 Setoran dana dilakukan setiap hari
n
 Dana disetorkan berjenjang ke setiap tingkatan dalam struktur organisasi
n
 Dana akan terpusat ke rekening pribadi Abu Toto atau AS Panji Gumilang
n
 Alokasi dana digunakan untuk pembangunan Ma’had Al Zaytun di Indramayu
n

Modus Pencarian dana
 Menggunakan semua uang yang dimiliki, seperti, uang saku, tabungan dan gaji
n
 Menjual barang-barang berharga yang dapat memenuhi target setoran
n
 Menipu orang tua dengan alasan menghilangkan laptop, HP, merusakkan barang teman, membantu operasi orang tua teman, dll
n
 Membuat surat palsu mengatasnamakan kegiatan kampus
n
 Utang yang tidak dibayar
n
 Menyebar proposal atau meminta sumbangan
n
 Mencuri dari orang diluar kelompok
n



Struktur Organisasi
 NII KW9 memiliki struktur negara bayangan layaknya RI, dari Presiden hingga Lurah
n
 Ibukota Negara bertempat di Ma’had Al Zaytun, Indramayu
n
 Struktur organisasi terbagi dua:
n
 Struktur Fungsional yang muncul ke permukaan
n
 Struktur Teritorial yang bergerak dibawah tanah
n
n Setiap struktur menggunakan kode yang menunjukkan selnya masing-masing, misal 932204 berarti wilayah 9 (Jakarta) daerah 3 (Jaksel) kabupaten 2 (Cilandak) Kecamatan 2 (Cilandak Barat) dan Desa 04, dibaca; jamaah dari desa 4 Cilandak Barat

Penyelewengan Aqidah
 Menafsirkan Al Qur’an sesuai dengan kepentingan Organisasi
n
 Membagi shalat menjadi dua, shalat ritual dan shalat universal
n
 Melaksanakan Haji ke Ibukota Negara (Indramayu)
n
 Mengkafirkan orang diluar kelompoknya
n
 Menyamakan posisi Negara dengan Allah, dan para pimpinannya sebagai rasul
n
 Menghalalkan segala cara untuk memenuhi target
n

Identifikasi Korban
 Memiliki teman baru
n
 Jarang kuliah atau mungkin cuti
n
 Pulang sering telat tanpa alasan jelas
n
 Nilai menurun drastis
n
 Menghindar dari teman lama
n
 Banyak bohong
n
 Super sibuk, telpon tak berhenti berdering
n
 Mulai merekrut teman-teman terdekatnya
n
 Menjadi distributor atau penjual majalah Al Zaytun
n

Penanganan Korban
 Kumpulkan bukti seperti data atau kesaksian dari orang yang pernah diajak
n
 Laporkan ke orang tua korban
n
 Putuskan koordinasi antara korban dengan kelompoknya
n
 Berikan pencerahan lewat perbandingan ideologi atau pertemukan dengan orang yang sudah sadar dari NII
n
 Setelah mengaku tentang diri dan organisasinya, sampaikan tentang keilmuan Islam yang benar menurut Allah dan rasulNya
n
 Peran terbesar dalam mengembalikan kesadaran korban berasal dari orang tua dan teman-teman terdekat
n

Mekanisme Pembelaan diri Mereka Anggota NII KW9
 Tutup Mulut untuk menjaga rahasia
n
 Menjawab pertanyaan dengan pertanyaan
n
 Memutarbalikkan fakta dengan alasan fitnah
n
 Pura-pura sadar
n
 Mencari masalah lain untuk mengalihkan permasalahan
n
 Melaporkan kepada pimpinan bila keamanannya terganggu
n
 Membuang atau membakar semua data yang ada bila terdeteksi
n

Data Terakhir
 Jumlah jamaah 170.000 orang dan 120.000 terkonsentrasi di Jakarta
n
 Mayoritas anggota NII KW9 adalah mahasiswa
n
 Setoran setiap bulan untuk infaq
n
Rp 14.000.000.000,00, ini diluar 8 pos keuangan lain
 Setiap 2 hari masuk anggota baru sebanyak 60 orang, 40 orang laki-laki dan 20 orang perempuan
n

Pengaduan dan Konsultasi
 Aliansi Mahasiswa Korban NII KW9
n
n KOMUNIETAS, Jl. Kompos, Lenteng Agung Timur, Jakarta, 12640
n Telp. : 021-92675071
n Sukanto : 08567899431
n email : journal_anto@yahoo.com.au
 Pengaduan Online NII Crisis Center
n
 02191178046 - 085211231363 - 08985151228
n
E-mail: ken_setia@yahoo.com


Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyebut pemimpin Negara Islam Indonesia (NII) KW 9 adalah juga merupakan pimpinan dari Pondok Pesantren Al-Zaytun, Indramayu, Jabar. Din juga menyebut wali ideologis di NII KW 9 sangat dipatuhi daripada wali biologis.

“Menurut pengakuan mantan NII KW 9, pemimpinnya adalah pemimpin Al-Zaytun,” ujar Din Syamsuddin di kantor PP Muhammadiyah, Jl Cikini raya, Jakarta Pusat, Jumat (29/4/2011).

Din tidak menyebut nama pimpinan Al Zaytun itu, tapi sudah bukan rahasia lagi pemimpin ponpes yang sering dikunjungi pejabat negara itu adalah Abdussalam alias Panji Gumilang.



Hasil penelitian MUI tahun 2002 berdasarkan bukti-bukti, fakta-fakta, dan informasi-informasi dari berbagai sumber. Lalu, dilakukan investigasi, cek, kroscek, verifikasi, analisis, dan diskusi yang mendalam atas berbagai data itu. Berikut hasil tim peneliti MUI terhadap Mahad Al Zaytun, seperti diperlihatkan Amirsyah dalam situs http://islamic.xtgem.com/al_zaytun/alzaitun6.htm.

1.Ditemukan indikasi kuat adanya hubungan (relasi) antara Ma'had Al Zaytun dengan organisasi NII KW 9. Hubungan itu bersifat historis, finansial, dan kepemimpinan.
a. Hubungan Historis: Bahwa kelahiran Ma'had Al Zaytun memiliki hubungan historis dengan organisasi NII KW 9.
b. Hubungan Finansial: Bahwa ada hubungan finansial dalam arti adanya aliran dana dari anggota dan aparat teritorial NII KW 9 yang menjadi sumber dana signifikan bagi kelahiran dan perkembangan Ma'had Al Zaytun.
c. Hubungan Kepemimpinan: Bahwa kepemimpinan di lembaga pendidikan Al Zaytun terkait dengan kepemimpinan di organisasi NII KW 9, terutama pada figur AS Panji Gumilang dan sebagian eksponen (pengurus yayasan).

2. Terdapat Penyimpangan paham dan ajaran Islam yang dipraktekkan organisasi NII KW 9. Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi antara lain dalam hal mobilisasi dana yang mengatasnamakan ajaran Islam yang diselewengkan, penafsiran ayat-ayat Al-Quran yang menyimpang, dan mengkafirkan kelompok di luar organisasi mereka.

3. Ditemukan adanya penyimpangan paham keagamaan dalam masalah zakat fitrah dan kurban yang diterapkan oleh pimpinan Mahad Al Zaytun, sebagaimana dimuat dalam Majalah Al Zaytun.

4. Belum ditemukan adanya penyimpangan ajaran Islam dalam sistem pendidikan, kegiatan belajar mengajar, aktivitas ibadah, serta aktivitas sehari-hari santri di Mahad Al Zaytun.

5. Persoalan Al Zaytun terletak pada aspek kepemimpinan yang kontroversial (AS Panji Gumilang dan sejumlah eksponen/pengurus yayasan) yang terkait dengan organisasi NII KW 9.

6. Adanya indikasi keterkaitan dengan koordinator-koordinator wilayah yang bertugas sebagai tempat rekrutmen santri Mahad Al-Zaytun dengan organisasi NII KW 9.

TEMPO


MUI Sudah Investigasi NII Sejak 2002
Berbagai temuan telah dilaporkan MUI ke Mabes Polri.
Namun, polisi tak bertindak.

Majelis Ulama Indonesia (MUI). "Isu NII saja sudah melanggar NKRI, masa ada negara dalam negara. Mereka sudah dalam bentuk ada menteri, presiden, gubernur," kata Ketua MUI Amidhan di Jakarta, Kamis, 28 April 2011.

Meski NII merupakan gerakan bawah tanah, Amidhan mengaku heran mengapa seperti tak dideteksi aparat. "Memang di era reformasi mereka muncul. Baru kemudian ditindak setelah ada penculikan atau pencucian otak. Setelah ada warga melapor kehilangan baru dicari. Padahal, kan ada peran intelijen. Intel pasti tahu, tak mungkin tidak terdeteksi."

Dijelaskan dia, MUI pernah membentuk tim pencari fakta NII pada tahun 2002. Latar belakang investigasi itu karena ada gerakan yang ingin membakar Pesantren Al-Zaytun dan ada isu bahwa Al-Zaytun bertentangan dengan ajaran Islam. Selain itu, juga ada kebijakan pemerintah Malaysia yang melarang mengirim santri-santrinya ke sana.

Hasil penyelidikan MUI, masih kata Amidhan, ditemukan ada dua wajah NII. Yang pertama, Pesantren Al-Zaytun. "Dari sisi pengajarannya, pendidikannya, tak ada masalah, tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Hal itu sudah dilaporkan ke Kementerian Agama," kata Amidhan.

Namun, ada sisi NII lain yang ditemukan. "Ada lingkar dalam, ada lingkar luar. Kalau kita datang, semuanya seperti baik-baik saja, tak ada masalah," tambah dia.

Namun, didapati sejumlah keganjilan di lingkar dalam kepemimpinan NII. "Kepemimpinannya itu terkait dengan isu NII dan KW 9. Itu sudah ada, bahkan sejak lama. Itu memang gerakan bawah tanah, eksklusif, sangat tidak terbuka," tambahnya.

Tim investigasi MUI juga mendapati soal pemberlakuan harta rampasan. "Orang yang bergabung dalam kelompok itu boleh mengambil harta kita, harta orang tua, atau harta saudara siapa saja, dikumpulkan sedemikan rupa untuk kepentingan NII," Amidhan menjelaskan.

Menurut Amidhan, kantung-kantung NII tersebar di seluruh Indonesia "terutama di Jawa, apalagi di Jakarta."

Berbagai temuan itu telah dilaporkan MUI ke Mabes Polri. Namun, kata Amidhan, sampai sekarang polisi tidak mengambil tindakan apapun.
(kd)
VIVANEWS

Refrensi Tulisan ini
Spoiler for Refrensi Tulisan ini:

1. Tulisan Bapak Sukanto
2. NII Crisis Center
3. Wikipedia
4. Facebook
5. Youtube
6. Inilah.com
7. Tempointeraktif
8. Viva News
9. alzaytun.multiply.com
10. Kaskuser

Uang hasil "merampok" Korban NII dibuat Bangun Markas NII KW9
Dari markas inilah semua Roda Organisasi NII KW9 dijalankan
update 02 Mei 2011


Spoiler for Presiden NII Koplak:






Dekat dengan Penguasa sehingga susah dibubarkan


Bersama mr. Jusuf Kalla salah satu saudagar yang kaya raya


Spoiler for Pintu masuk markas NII/Al Zaytun:

Pintu Masuk




Spoiler for Gedung NII aka. Al Zaytun sgt mewah:

gedung Abu Bakar as Shiddiq

gedung umarbin khatab

gedung Usman bin Affan

gedung Ali bin Abi Thalib


gedung Soeharto untuk perkuliahan

Spoiler for Fasilitas Pendukung Markas NII KW9 aka. Al Zaytun:

gedung Al Mushtafa 5lt dgn 170 kamar @ 9x8 m2


gedung Al Fajr 5lt dgn 170 kamar @ 9x8 m2


gedung An Nur 5lt dgn 170 kamar @ 9x8 m2


gedung Al Madani (Gd 6 lantai dgn 204 kamar @ 72 m2)


Gedung Persahabatan (gd 7 Lantai termasuk basement dgn 238 kamar @ 96 m2)

Spoiler for Fasilitas Pendukung Markas Besar NII:


masjid sementara NII seluas 5000 m2


Al Islah Wisma Tamu NII dengan Luas 6.500m2 (150 kmr tdr)


Sarana Olahraga NII seluas 6.500 ha
terdiri dari lapangan sepak bola dengan track atletik berstandar internasional,
4 lap Volley, 6 lap Basket dan 2 Lap Hockey


Gedung serba Guna NII terdiri dari 2 lt, untuk pertemuan maupun olahraga indoor


3 gedung rumah makan santri NII mampu menampung @ 1.500 org dlm sekali acara makan






Spoiler for Masjid Agung NII:


Masjid Rahmatan Lilalamin


Masjid Rahmatan Lilalamin 6 lt berkapasitas lebih dari 100.000 org






Ane masih ingat mereka NII ingin membangun masjid yang lebih besar dari Istiqlal krn tdk mau kalah sama masjidnya NKRI

Spoiler for Areal View:


Palagan Agung Kompleks Olahraga Markas NII

Boulevard Markas NII


Tidak ada komentar:

Posting Komentar